Sunday

Strategi Bisnis di Masa Krisis


Oleh: Stephanus Tedy R.



Strategi Bisnis di Masa Krisis


Dalam dunia usaha ada siklus naik turun perusahaan seperti kurva sinus. Jika situasi makmur dan seolah-olah cash lancar, pimpinan yang full of passion namun kurang berhikmat sering berambisi dan tergoda melakukan pembelian yang tidak diperlukan atau tergoda untuk melakukan ekspansi besar-besaran tanpa analisa SWOT lebih dahulu. Terkadang menganggap remeh atau mengabaikan nasehat atau peringatan dini dari konsultan yang disewa cukup mahal. Terkadang; melakukan pembelian atau melakukan perekrutan yang tidak diperlukan. Terlalu fokus pada janji harapan besar di pintu depan dan lupa pada pintu belakang (berjaga-jaga). 

Kesalahan strategi memang tidak terlihat terlalu jelas pada masa makmur. Ketika masa krisis datang, barulah pimpinan / pemilik usaha mengeluh . Kelihatan watak aslinya belum dewasa dalam berbisnis. Menyalahkan pihak Pemerintah yang dianggap kurang kompeten atau mengkambinghitamkan ekonomi dunia yang sedang krisis. 

Well, sebagai pimpinan visioner dan dewasa dalam berbisnis, tidak seharusnya pimpinan mengeluhkan situasi krisis terjadi. President karismatik Amerika Serikat: John F. Kennedy, dalam pidato legendaris di Indianapolis 12 April 1959 pernah menyatakan bahwa dalam bahasa Mandarin kata krisis terdiri dari 2 kata. Bahaya dan Kesempatan. Jika tidak bisa mengelola, maka terjadi bahaya yang mengakibatkan perusahaan berhenti beraktivitas. Tidak bisa menutup biaya tetap minimum. Dan jika berlanjut, mengakibatkan bottom line akan berdarah-darah. Jika tidak segera diatasi dan terus berlanjut maka akhirnya perusahaan akan tutup. Kalah. Tapi jika pimpinan bisa mengelola dan melihat dari sudut pandang helikopter (visionary leadership), maka berlaku pepatah: zaman krisis memberikan kesempatan para pahlawan untuk muncul ke permukaan; krisis merupakan kesempatan untuk memurnikan strategi perusahaan. Menyingkirkan hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan atau belum waktunya dilakukan. Timbulnya ide-ide bisnis baru yang kreatif. Munculnya kejelasan akan fokus bisnis inti (core business) dan strategi utama (core strategy) perusahaan. Memperkuat posisi perusahaan dalam industri dibandingkan para pesaing, ketika perusahaan lain sibuk mengurangi kualitas pelayanan. 

Dalam konteks Business to Business (B2B) dan sebagian Business to Customer (B2C), saya percaya jika perusahaan dan customer saling bekerjasama, maka akan bisa menanggulangi krisis. 

Nah, apa yang bisa dilakukan pimpinan dan tim dalam perusahaan dalam situasi krisis ini?

1. Bentuk tim krisis. Tidak harus banyak orang, tapi cukup beberapa orang kunci yang paham kondisi perusahaan, memiliki pola berpikir kreatif dan keyakinan positif bahwa krisis bisa dilalui. Singkirkan orang yang berpikir negatif dan tidak yakin krisis bisa dilalui, karena hanya akan merusak proses brainstorming Anda. Lakukan analisa SWOT.

2. Hubungi customer utama Anda. Lakukan kebaikan. Anda akan menerima jika Anda memberi. Tanyakan kondisi mereka dalam situasi krisis ini dan apa yang bisa perusahaan lakukan untuk membantu atau mendukung bisnis mereka.

3. Kurangi budget marketing berbayar mahal yang hasilnya belum jelas atau cuma untuk gengsi perusahaan dan aktifkan marketing jalanan (guerilla marketing) dengan:

a. Memanfaatkan SEO: Search Engine Optimization. SEO dan setting system yang baik akan membuat nama perusahaan atau produk Anda berada di jalur atas pencarian google tanpa harus membayar mahal. Sistem yang baik harus disetting untuk membuat trafik ke website Anda dan mengkonversi dalam bentuk lead dan sales. Diskusikan dengan tim marketing Anda. 

b. Media Sosial: Kebanyakan masih gratis dan jika dilakukan dengan baik dapat meningkatkan brand /company image, melibatkan pelanggan perusahaan dan dengan mengajukan pertanyaan yang tepat perusahaan dapat membuat produk baru atau jasa baru atau penawaran khusus yang sesuai dengan pelanggan.

c. E-mail marketing: Perusahaan di Indonesia masih kurang menggunakan e-mail marketing. Banyak platform e-mail marketing yang sangat murah atau bahkan gratis. Sistem e-mail marketing yang baik akan memberikan layanan tracking untuk mengukur efektivitasnya.

d. Video: Berapa banyak video marketing di website atau blog perusahaan Anda? Kesaksian atau info via online ini cukup murah. Buat video marketing. Upload di YouTube dan buat link ke website Anda.

e. Public Relation: Dalam dunia strategi, jika Anda menguasai bisnis dan media, maka Anda dapat mempengaruhi politikus dan secara tidak langsung akan menguasai suatu negara. Anda bisa membentuk opini publik dan opini pelanggan Anda. Jika Anda belum memungkinkan memiliki media, gunakan media sosial dengan agresif dan bina hubungan baik dengan perusahaan media lainnya.

4. Undang Ahli Efisiensi atau Karyawan Anda yang Terkenal Teliti. Ajak dia mulai menghitung efektivitas aktivitas marketing. Potong semua taktik marketing yang tidak bisa diukur atau memiliki Return On Investment (ROI) yang rendah.

5. Berikan Value yang Lebih Tinggi kepada Pelanggan. Mohon kening Anda jangan berkerut. Pasti ada. Silahkan Anda pikirkan kondisi yang sesuai dan bisa diterapkan di perusahaan Anda.

6. Analisa Trend dalam skala Big Picture dan strategis. Nothing new under the sun. Ada pola tertentu yang akan berulang. Booming di bidang property akan mengarah Property bubble and Burst dan akhirnya ke kredit macet. Kemudian terjadi krisis ekonomi. Krisis ekonomi sebagai seleksi alam akan membuat perusahaan lebih efisien. Yang kuat dan punya tim manajemen solid akan bertahan. Yang lemah dan salah manajemen akan tewas. Survival of the fittest. Bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia selama dikelola dengan baik akan hidup terus. Makanan. Minuman. Transportasi. Penikahan. Kesehatan. Kesenangan. Oh ya, Dokter dan penghibur akan selalu dibutuhkan, apapun kondisi ekonomi di suatu negara; dimanapun negara itu berada. 

7. Strategi Menunda dan Meminta Anugerah. Jika perusahaan Anda terlilit kewajiban dan hutang, apakah bisa Anda negosiasiakan untuk memperpanjang periode pembayaran? Jika Anda perlu meminjam, berdoalah supaya karisma menyertai Anda. Dan negosiasikan sekeras mungkin untuk tingkat bunga yang sangat rendah atau sanksi keterlambatan pembayaran yang minimal . 

8. Beli jika Anda punya uang cash. Ketika berdiskusi kepada pemilik bisnis ada 10 aturan dimana saya menerima perkataan Amin oleh para pemilik bisnis lebih banyak dibandingkan Pastor Jeffry Rachmat atau Pendeta Erastus Sabdono ketika berkhotbah. Aturan 1: Jangan kehabisan uang kas. Aturan 10: Jangan Kehabisan uang Kas. Apapun yang terjadi di no. 2 sampai no. 9. Tetaplah ingat aturan 1 dan 10. Aminnn. Jika Anda atau CFO perusahaan Anda berhikmat, saat ini mungkin Anda akan banyak uang cash. Anda akan seperti pangeran muda, kaya, bugar dan tampan. Para gadis muda dan cantik akan melakukan crazy flirting dan berdebar-debar menanti Anda mendekati dan meminang mereka. Masa krisis adalah masa untuk memilih asset terbaik untuk dijadikan milik perusahaan Anda. Pemilih tanah atau property yang sedang kesulitan cashflow di sudut jalan mungkin menunggu pinangan Anda untuk menjadikan tempat itu sebagai toko Anda yang ke 1000 ketika krisis berakhir. Pesaing Anda mungkin ingin melepas mesinnya yang tidak terpakai dan kebetulan memang sedang Anda butuhkan. Supplier Anda mungkin memiliki gudang yang posisinya strategis di pinggir kota dimana perusahaan Anda ingin merelokasi kantor dari area bisnis elit yang sewanya selangit sehingga biaya lebih rendah. Atau supplier punya stok barang yang harus mereka lepas dengan harga modal untuk mendapatkan dana segar. Cash is always King

9. Inovasi berbiaya Rendah. Customer sekarang semakin pintar dan kritis. Terkadang menuntut keterlibatan sehingga mereka bisa mendapatkan produk atau jasa dengan harga lebih baik. Online ticket. Rak buku knock-down. Makanan yang bisa dimasak dalam waktu singkat. Saya memegang selang bensin dan mengisi sendiri bensin ke tangki mobil di POM Bensin dekat kantor saya. Order barang online (FYI, semakin banyak perusahaan retail yang bekerjasama dan mempercayakan penjualan produk mereka dengan lazada.co.id atau perusahaan online lainnya). Jika perusahaan Anda dibidang pergudangan apakah sudah mempertimbangkan Intelligent Monitoring atau 24-hour CCTV / Security Online System. Jika di bidang manufacturing apakah sudah mempertimbangkan robot, teknologi RFID, dst.

10. Putuskan Hubungan Kasih dengan Marketing Channel (Pertimbangkan dengan teliti sesuai kondisi perusahaan Anda). Marketing Channel membuat orang dalam perusahaan Anda menjadi nyaman tapi sebenarnya membuat posisi bargaining perusahaan Anda semakin lemah dan produk menjadi mahal dalam jangka panjang bagi customer. Sehingga mengurangi daya saing dibandingkan kompetitor Anda. Jika memungkinkan; (mohon tidak pukul rata; ada perusahaan tertentu yang memang tidak bisa hidup tanpa middle-man) bypass importer, agen dan pedagang besar. Bicara langsung kepada customer Anda. Gunakan online store. Sehingga waktu dan tempat yang digunakan untuk meeting dengan middle-man dapat digunakan untuk hal yang lebih produktif. 

11. Outsourcing. Jika tak berkaitan dengan kompetensi dan bisnis inti Anda, berkati perusahaan kecil lainnya. Lakukan strategi outsourcing. Believe me, akan jauh lebih efisien. 

12. Buka Pasar Baru. Word processor mematikan produsen mesik ketik. Tapi membangkitkan produsen keyboard. Kelahiran pria MetroSexual dan UberSexual membuka pasar baru produk men’s grooming. Dst.

13. Lokasi Baru. Vietnam, Afrika, Timur Tengah, dst. Dan mungkin beberapa puluh tahun lagi menawarkan es doger atau es krim kepada awak pesawat dan penumpang luar angkasa di bulan?

14. Strategi Lanjut yang Sesuai Kondisi Perusahaan Anda: Hubungi konsultan bisnis penulis artikel ini: Stephanus Tedy R.


LV, 07092015

About Stephanus Tedy

About Stephanus Tedy

Visitor Counter

Copyright © 2004-2024