- Mau masuk ke surga tapi tidak mau atau malas bersaat teduh bertemu Tuhan setiap hari.
- Mau menerima upah di surga tapi tidak mau melakukan kehendak Allah dan sibuk memaksakan kehendak sendiri dan menyamarkan keinginan dagingnya dalam doa Yabes.
- Diberi karunia dan urapan untuk mujizat, kesembuhan dan nubuat, tapi melayani orang lain dengan motivasi tersembunyi dan kebanggaan sendiri sehingga pada akhirnya akan di-enyahkan Tuhan Yesus.
- Mau memiliki badan langsing tapi tidak mau mengendalikan napsu makan dan menolak berolahraga.
- Mau mengeluarkan uang untuk membayar kopi-latte di Starbuck tapi protes keras dengan pelatihan pengembangan diri di gereja yang cuma meminta uang pengganti fotocopy materi dan konsumsi yang ia konsumsi sendiri .
- Mau mengeluarkan uang untuk nonton film di Cineplex; tapi tidak mau mengeluarkan uang untuk kursus yang menambah ketrampilan dan masa depan sendiri.
- Mau mengeluarkan uang beberapa juta untuk membeli gadget terbaru bahkan rela mencicil kartu kredit (berhutang); tetapi tidak rela mengeluarkan uang untuk pengembangan diri dan keahlian yang akan menunjang karir atau bisnisnya.
- Mau mengeluarkan uang banyak untuk rokok, minuman keras, narkoba, main pelacur dan pergi berlibur dengan selingkuhannya tapi menolak membiayai pendidikan anak sendiri.
Showing posts with label My Reflection On This Life. Show all posts
Showing posts with label My Reflection On This Life. Show all posts
Monday
Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
— Kejadian 25:32; 34
Mentalitas Esau adalah salah satu
penghalang terbesar untuk memaksimalkan potensi diri dan bertumbuh secara fisik,
mental dan rohani. Mentalitas
Esau akan menolak Hukum
proses; yaitu segala sesuatu ada proses yang harus dijalani dengan konsisten
baru akan memberikan hasil yang sepadan atau berkelimpahan.
Mentalitas Esau ini bisa menyerang siapa
saja termasuk saya: yang menulis artikel ini, Anda: para pembaca. Para pejabat negara.
Seluruh Jemaat Tuhan. Para Full timer.
Bahkan para pemimpin rohani yang berjubah sebagai Penginjil, Elder, Diaken atau Pastor / Pendeta.
Mentalitas Esau inilah yang harus dilawan
setiap hari dan harus kita
salibkan.
Contoh nyata mentalitas Esau yang kita
hadapi setiap hari adalah:
Jika
ia pejabat negara dan memiliki
kesempatan, maka dengan segala cara akan melakukan tindakan korupsi dengan serakah dan menggunakan
uang korupsi untuk memuaskan keinginan daging (wanita), keinginan mata (barang mewah /
bermerek) dan keangkuhan
hidup (kesombongan jabatan).
Jika ada pejabat Negara yang berteriak-teriak melawan korupsi atau pejabat
rendahan yang protes keras dengan korupsi yang dilakukan atasannya, itu bukan
karena ia mencintai Negara, tapi karena tidak diberi bagian atau mendapat kesempatan.
Jika
ada pejabat Negara yang tulus melawan korupsi jumlahnya tidak akan sampai 1 %. Yang
1 % ini pasti akan diserang habis-habisan oleh 99% yang melakukan korupsi.
Jika ia seorang full timer, maka ia pasti akan melukai banyak jemaat yang mestinya
dilayani dengan kasih Bapa.
Jika ia seorang pendeta, maka ia akan
membayar full-timer sangat rendah dan akan memuji-muji dan kalau perlu menjilat
Jemaat yang memberi perpuluhan terbesar. Biasanya keuangan
gereja akan di pegang isteri atau saudaranya. Pendeta Esau ini secara halus akan mengusir Jemaat yang tulus ingin
bertumbuh dan memang membutuhkan pertolongan tapi susah secara ekonomi.
Tindakan Esau ini sama saja dengan mau
mengklaim asuransi jika terjadi kehilangan, kecelakaan dan cacat atau meninggal dunia
tapi tidak mau membayar uang premi asuransi.
Mentalitas Esau adalah mentalitas umat
bukan pilihan Tuhan. Alias mentalitas anak-anak dunia yang ditakdirkan
binasa dalam kekekalan.
Terus terang, pengikut Setan-pun kadang
bersikap lebih baik karena mereka bersikap totalitas. Mau membayar berapa saja
harga yang diminta demi keyakinannya (termasuk melakukan bom bunuh diri),
walaupun keyakinan itu salah.
Jika Jemaat terus menerus bersikap
seperti ini dan tidak mau bertobat, maka saya yakin bukan surga yang akan terbuka
melainkan pintu neraka dan api neraka yang menyala-nyala sudah menanti dengan
penuh sukacita.
Saya bertobat. Bagaimana dengan Anda?
LV, 31032014
Sunday
SELF-COACHING - Mengelola Diri Sendiri: Pengantar Singkat
Oleh Stephanus
Tedy berdasarkan ide dari Peter F. Drucker dalam artikel “Managing One-self”
Di zaman social media ini, kita hidup dalam masa kesempatan yang tidak
terbatas. Jika memiliki ambisi, dorongan dan cerdas memanfaatkan kesempatan (smart), Anda dapat mencapai puncak dari
profesi apapun yang Anda pilih; tanpa memandang di manapun posisi Anda mulai.
Tapi jangan lupa, bersamaan dengan
datangnya kesempatan, tanggungjawab juga berdatangan.
Banyak perusahaan dan organisasi sekarang
tidak mengelola karir pekerja berpengetahuan (knowledge worker) yang ada dalam organisasi mereka. Jadi, tanggungjawab
mengelola itu harus dilakukan oleh para career
tracker sendiri dan bersikap sebagai Chief
Executive Officer bagi dirinya sendiri.
Anda memiliki kesempatan membentuk
karir Anda sendiri dalam dunia kerja dan pelayanan serta mampu membaca angin perubahan
yang terjadi dan melakukan penyesuaian. Ditinjau
dari paradigma kekekalan, merupakan
tanggungjawab Anda untuk terus berjuang
dan tetap produktif dalam 50 tahun usia kerja sampai ajal menjemput Anda.
Untuk melakukan semua ini dengan
baik, Anda harus memahami diri Anda sendiri dengan sangat baik dan mendalam. Pertanyaan self-coaching berikut akan membuat diri Anda melihat diri sendiri dengan lebih jelas:
- Apakah yang menjadi kekuatan-kekuatan utama dan kelemahan yang paling berbahaya yang Anda miliki?
- Sama pentingnya dengan: bagaimana Anda belajar dan bekerjasama dengan orang lain?
- Apa yang menjadi nilai intrinsik Anda yang paling mendalam dan sangat Anda hargai?
- Dalam lingkungan kerja seperti apa Anda dapat memberikan kontribusi yang terbaik?
LV,
10022014
REFLEKSI KEHIDUPAN
Churcholatry: Penyembahan Gereja
Source:http://foodfairynutrition.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/
Istilah ini pertama kali saya dengar tahun 2006 dari seorang cardiolog yang merangkap sebagai Seminar Leader di Hawaii, Mr. Aldo Fontao. Pertama kali mendengar istilah ini, saya tertawa geli. Karena mengingatkan akan masa kecil yang cukup bahagia: berebut potongan cokelat Silver Queen dengan adik.
Tapi istilah ini sebenarnya sangat mengerikan. Apabila sekelompok jemaat lebih mengutamakan gedung gereja, program-program dan para pemimpinnya melebihi ketaatan akan kebenaran Firman Tuhan, maka jemaat tersebut tidak sadar sudah masuk dalam penyembahan gereja. Tindakan ini halus sekali. Bahkan para pemimpin bisa jatuh dalam tindakan ini tanpa menyadarinya.
Tindakan churcholatry ini menjadi sumber dari timbulnya berbagai bidat yang membuat repot Bapa-bapa gereja dari zaman dulu.
Churcholatry di zaman sekarang membuat gereja-gereja menerapkan semangat bersaing dan strategi marketing duniawi. Semangat berkompetisi yang semakin tajam. Secara tidak langsung berkata, ”Gerejaku ini; ibadahnya, musiknya, khotbahnya, doktrinnya lebih baik dibandingkan gerejamu. Oleh sebab itu keluar dari gerejamu yang kuno/tidak ada Roh Kudus/menganut doktrin sesat itu dan beribadahlah ke gerejaku” Sehingga tindakan yang penuh kesombongan rohani ini menimbulkan keributan dan perpecahan gereja. Umat/Jemaat yang tidak mengerti menjadi saling pindah kandang. Sehingga seolah-olah terjadi pertumbuhan gereja. Tapi itu semu. Bukan jiwa baru. Tapi domba lama pindah ke kandang yang berbeda. Akibatnya, sesama pengikut Kristus, gereja-gereja bukannya melakukan kerjasama sebagai satu tim. malah saling menyerang satu sama lain. Membuat dinding denominasional menjadi semakin melebar, meluas, meninggi dan mendalam. Inilah yang menjadi salah satu sumber penyebab begitu banyaknya aliran dan denominasi gereja saat ini. Jika Yesus datang kembali, mungkin Ia terkaget-kaget karena begitu banyak aliran yang memakai nama-Nya. Yang dulunya cuma satu (katolik / am), dan diamanatkan kepada Petrus (Mat. 16:18) menjadi ribuan ribu jenis (gereja induk, cabang, ranting, perpecahan dan sempalannya).
Dalam hal ini gereja-gereja masih kalah atau sudah tertipu dan sangat bodoh jika dibandingkan dengan Kerajaan kegelapan yang sangat kompak dalam mencapai visi misi mereka. Perhatikan kata Yesus berikut: Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. (Luk. 11:18). Jika gereja terus menerus bertikai satu sama lain karena keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, bagaimana Kerajaan Allah dapat bertahan dan menggenapi kehendak Allah pada zaman kita? Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1Yoh. 2:16).
Churcholatry menghalangi kita bersaksi kepada dunia. Malah membuat dunia memandang rendah Kekristenan dan menghambat pekerjaan Tuhan di dunia.
TED
LV, 16072012
--o0o--
Saya Tidak Mengalami Mujizat Kesembuhan.
Apakah saya Kurang Iman?
Apa yang harus saya lakukan?
Jika diantara pembaca ada yang menderita sakit tertentu yang parah dan Anda sudah berusaha berobat dengan ilmu kedokteran terkini. Anda sudah mendatangi dan dirawat berbagai dokter spesialis yang menurut kenalan Anda sangat ahli. Anda sudah didoakan oleh penginjil dan Hamba Tuhan dengan karunia kesembuhan. Tapi tidak kunjung sembuh, jangan putus asa. Sekali lagi: JANGAN PUTUS ASA. Jangan terpancing untuk melakukan pengobatan yang melanggar Firman Tuhan (jasa dukun, orang pinter, paranormal, dsb). Masih ada harapan. Berharaplah kepada Tuhan (Mzm. 31:24; 33:18). Dialah gunung batu kita. Tempat kita bersandar (Mzm. 18:31; 62:7) Dialah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya (Kej. 1:2; 2:1; 14:19). Mintalah selalu kekuatan dan hikmat dari Tuhan, apa yang harus Anda lakukan.
Pelajaran apakah yang bisa dipetik dari kesakitan Anda? Evaluasi. Pasti ada yang bisa dijadikan berkat. Kadangkala suatu kejadian yang tidak enak diizinkan Allah terjadi dalam hidup kita, supaya Dia dapat bekerja dalam hidup kita. Perhatikan pernyataan Rasul Paulus berikut: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).
Basuh selalu pikiran kita dengan Firman Allah. Menurut para praktisi periklanan, jika pikiran kita terus menerus menerima informasi yang sama secara singkat selama 8 kali, maka otak kita akan mengingatnya dan mengendap di pikiran bawah sadar kita. Saya sudah mencobanya. Isilah pikiran Anda dengan membaca Alkitab. Jika kesulitan membaca dalam versi Terjemahan Baru (TB), bacalah versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Jakarta) atau Firman Allah Yang Hidup (FAYH; terbitan Yayasan Kalam Hidup, Bandung). John Sung saja bisa membaca Alkitab 40 kali dalam waktu 193 hari (6,5 bulan). Rata-rata 6 kali sebulan ! Atau 5 hari sekali. Jika Anda sungguh berniat, Anda bisa membaca habis seluruh Alkitab versi BIS atau FAYH dalam waktu 1 bulan. Terutama kepada pembaca yang masih sekolah/kuliah dan Anda yang bekerja part-time atau yang sedang menikmati masa pensiun. Atau pembaca yang banyak menghabiskan waktu dalam perjalanan. Jangan lagi terima ide kompromi 1-3 pasal sehari. Terlalu lama. Itu melanggar hukum Momentum bagi para pemimpin pelayan. Percayalah. Pada praktiknya, dengan berbagai gangguan dan godaan lingkungan, orang mulai tidak fokus. Lalu bosan. Akhirnya malah tidak pernah selesai baca Alkitab dalam satu tahun.
Bacalah juga buku-buku rohani yang bermutu. Jika Anda kesulitan membaca dalam jangka waktu lama, cobalah Alkitab audio. Khotbah-khotbah audio dan audio pengajaran-pengajaran Alkitabiah yang benar dan bermutu. Program-program audio ini bisa Anda dengarkan pakai earphone sambil beraktivitas (berkendara, di dalam bus, treadmill, lari, dsb). Gunakan segala kesempatan dan waktu yang ada. Ganti ocehan kosong duniawi di radio mobil Anda dengan khotbah-khotbah bermutu atau Alkitab audio. Jangan biarkan pikiran kita kosong (menganggur) atau diberi makan hiburan/hobi yang melanggar Firman Allah. Hobi tersebut memang sangat menghibur dan terasa nikmat dalam jangka pendek. Tapi pasti mematikan potensi Anda dan membunuh rohani Anda dalam jangka panjang. Dijamin. Itulah daya tarik dosa. Attractive but deadly. Ingat kejadian raja Daud dan Batsyeba serta konsekuensi hukuman dari Allah terhadap keluarganya semasa ia hidup.
Kiranya kasih karunia Allah selalu menyertai Anda sekeluarga. Amin.
Tautan (link) Alkitab dan khotbah audio berikut bisa sangat berguna bagi pembaca:
· Alkitab Audio Bahasa Indonesia free download.
http://reformedinjili.com/ Pdt DR. Stephen Tong. Pendiri serta pemimpin Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) ini, adalah aset bangsa Indonesia yang sangat berharga. Jadi segala tulisan, buku, khotbah dan pengajarannya harus dilestarikan. Beliau dianugerahkan Allah karunia mengajar, karunia penginjil, karunia nubuat (berkhotbah) dan karunia kerasulan yang sangat kuat (rasul jawatan, bukan rasul asali; - TED). Sudah 30 juta orang di seluruh dunia yang mendengarkan 32.000 khotbahnya di 600 negara. Tidak terhitung yang sudah membaca tulisannya baik melalui media cetak, audio dan internet. Kombinasi karakter Api dan Tanah yang matang membuat ia sangat teliti dan berani terang-terangan mengkritik tindakan dosa dan seluruh pengajaran yang mengatasnamakan gereja tapi sebenarnya melanggar Firman Allah/Alkitab. Walaupun beliau mengkritik dengan keras Gerakan Karismatik, Word of Faith, Toronto Blessing, Brownsville Revival dan Lakeland Revival yang dianggap menyimpang,* pembaca akan mendapat banyak sekali berkat dari khotbah-khotbahnya yang berapi-api, komprehensif dan mendalam. Hampir setiap kata yang ia ucapkan dalam khotbahnya adalah permata. Ciri khas khotbah Alkitabiah Pak Tong merupakan kombinasi dari Teologi, Filsafat, Seni dan Apologetika. Hamba Tuhan multi talenta ini sangat menyukai seni rupa (lukis dan arsitektur), musik klasik, dirigen orkestra yang piawai, kagum akan teknologi Jerman dan Swiss (yang diprakarsai orang-orang Reformed), filsafat dan jiwa-jiwa yang diselamatkan.
http://www.rehobot.net/podcast Pdt. DR. Erastus Sabdono. Beliau adalah pendiri dan pimpinan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Rehobot. Sebelumnya, Pendeta Erastus adalah salah satu pengkhotbah teologi kemakmuran yang populer. Saking larisnya, dalam satu hari Minggu, Hamba Tuhan yang hobi menyanyi, mencipta lagu dan astronomi ini, bisa berkhotbah sembilan sampai sebelas kali. Tapi kemudian Tuhan menegur melalui sakit parah. Atas kasih karunia Allah, beliau bertobat. Sekarang dengan sangat berani menantang arus Teologi Kemakmuran yang saat ini sedang menenggelamkan banyak gereja. Sehingga, (sangat memprihatinkan) gereja dengan Teologi Kemakmuran, menjadi semakin berbeda dengan Kristus dan semakin serupa (sulit dibedakan) dengan dunia. :( Khotbah Pdt. Erastus fokus pada pertobatan, kedewasaan rohani, kematangan karakter, memaksimalkan potensi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal. Jika Anda atau sanak-keluarga Anda sakit parah, dan tidak kunjung sembuh walau sudah banyak didoakan berbagai penginjil kesembuhan, dengarkan khotbahnya. Terutama khotbah bagaimana menghadapi kematian. Itulah paradoks. Mendengarkan khotbah tentang kematian, kita malah tidak takut mati, bahkan semakin kuat, berani dan bersemangat dalam menjalani hidup ini serta bergairah menghadapi kematian. Beberapa ide tulisan dalam buku ini sebagian muncul ketika saya sedang meringis kesakitan dan mendengarkan khotbah beliau. Beliau dianugerahkan Allah karunia mengajar yang sangat kuat, karunia membedakan roh yang tajam dan fondasi pengajaran Alkitabiah yang solid. Pdt. Erastus adalah penggemar saxophone dan pemain keyboard yang ahli.
LV, 14072012
* [karena kemurnian gerakan ini dirusak praktik Teologi Kemakmuran para penginjil televisi (televangelist) utusan Iblis yang pelayanan mereka ujung-ujungnya rusak karena terlibat masalah uang, seks/ perselingkuhan dan penyalahgunaan kekuasaan].
Thursday
Konsultasi Manajemen dan Coaching pertama dalam Alkitab
ASAL-USUL TIMBULNYA PARADIGM COACH DAN PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN ALKITABIAH
![]() |
| Sumber: http://parsha60.files.wordpress.com/2013/01/moses-and-jethro-at-midian-chosen-people-creation-of-a-lesser-god-foundation.jpg |
P
|
ada beberapa
kesempatan beberapa pemimpin gereja berdiskusi dengan saya. Mereka menceritakan (mengeluhkan) jumlah jemaat inti
mereka yang sungguh-sungguh melayani segitu-gitu aja atau
tidak bertumbuh. Yang bertambah adalah jemaat penonton yang cuma cari khotbah
bagus dan menghibur, serta suasana ruangan
ibadah yang nyaman. Kemudian di
tengah-tengah atau setelah ibadah mereka memberikan persembahan secukupnya (seperti menonton bioskop atau
konser musik). Tapi ketika diajak untuk melakukan penginjilan dan melayani dengan sungguh-sungguh, ajakan tersebut ditanggapi dengan dingin. Seolah-olah itu adalah tanggungjawab gembala dan para full timer. Padahal gembala tersebut sudah cukup banyak berusaha untuk berkomunikasi dengan jemaat dan mendorong mereka untuk melayani. Para gembala ini juga sangat rajin berdoa dan tidak jarang berpuasa supaya dapat mengetahui kehendak Allah dengan lebih
jelas dalam memimpin jemaat mereka.
Pada kesempatan lain, seorang gembala
yang sangat suka membaca dimana pengetahuan teologi
serta karunia konselingnya sangat luar biasa
berdiskusi dan mengeluhkan masalah serupa. Dia sudah kelelahan (exhausted) dan setiap kali jemaat mengirimkan
pesan melalui text message atau menelepon, ia sudah stres lebih dulu.
Setelah diskusi kami sempat terputus selama sepuluh menit karena sang
gembala melakukan pembicaraan konseling via telepon, saya melanjutkan diri bertanya,
"Pak,
jika jemaat bermasalah, selain diskusi dengan Bapak mereka
diskusi sama siapa?"
Dia memandang saya dengan aneh, seolah-olah pertanyaan saya pertanyaan orang
bodoh. Dengan nada sedikit kesal ia menjawab:
"Tentu
dengan saya. Saya kan gembala mereka."
"Apa
tidak ada orang lain di antara jemaat sendiri yang bisa membantu untuk menangani jemaat Bapak yang bermasalah tersebut?"
"Semua
jemaat maunya ketemu dan berdiskusi dengan saya, tidak ada yang bisa
menggantikan saya,"
Saya yakin pasti gembala ini melayani jemaatnya dengan sepenuh hati. Oleh
sebab itu, para jemaat hanya mau berdiskusi dengan dirinya.
Hmmm.
Ini
masalah klasik dari para pemimpin sejak zaman Perjanjian
Lama.
Mendengar jawaban itu, saya mengajak
gembala serba bisa itu membaca Keluaran 18:13-21:
Keesokan
harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di
depan Musa, dari pagi sampai petang.
Ketika
mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan kepada
bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh
bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?"
Kata Musa
kepada mertuanya itu:
"Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan
petunjuk Allah. Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang
kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku
memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan
Allah."
Tetapi
mertua Musa menjawabnya:
"Tidak
baik seperti yang kaulakukan itu.
Engkau akan
menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab
pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang
diri saja.
Jadi
sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah
akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan
kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.
Kemudian
haruslah engkau mengajarkan kepada
mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.
Di samping
itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap
dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan
yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa
itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. Dan
sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang
besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil
diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan
mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.
Jika engkau
berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa
ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya."
Musa
mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah
segala yang dikatakannya.
Dari
seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka
menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus
orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.
Mereka ini
mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri.
Kemudian
Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.
—Keluaran 18:13-21
Di sini berlaku konsultasi manajemen dan coaching kepemimpinan yang pertama kali
tercatat dalam Alkitab. Yitro yang memberi
nasehat dengan hikmat Allah adalah paradigm coach pertama
dalam Alkitab yang merubah paradigma kepemimpinan Musa dalam memimpin dan mendelegasikan tugas-tugas kepada para pemimpin lainnya yang
diangkat dari dalam organisasi atau jemaat sendiri.
PEMIMPIN UNTUK ORGANISASI 1000 ORANG
Nama Posisi
|
Melapor
kepada
|
Jumlah Pemimpin
|
Jumlah yang dipimpin
|
pemimpin 1.000 orang
|
Musa / Chief Executive Officer
|
1
|
10
pemimpin 100 orang
|
pemimpin 100 orang
|
pemimpin 1.000 orang
|
10
|
2
pemimpin 50 orang
|
pemimpin 50 orang
|
pemimpin 100 orang
|
20
|
5
pemimpin 10 orang
|
pemimpin 10 orang
|
pemimpin 50 orang
|
100
|
10
|
pribadi
|
pemimpin 10 orang
|
-
|
-
|
Jumlah Total Pemimpin
|
131
|
Jadi secara garis besar untuk memimpin 1.000 orang diperlukan total 131 pemimpin. Jadi jika ingin memimpin 1.000
jemaat diperlukan 131 pemimpin. Jika ingin memimpin 5.000 jemaat diperlukan 655 pemimpin. Jika ingin memimpin 50.000 jemaat diperlukan 6.550 pemimpin.
Itu
gambaran kasar berapa banyak pemimpin yang harus dikembangkan. Jumlah tersebut fleksibel
tergantung jenis pelayanan dan tujuan yang ingin dicapai. Tapi secara umum,
pada level awal rata-rata 1 orang pemimpin bisa memimpin 10 orang lainnya. Itulah
pola hukum dasar pengembangan kepemimpinan dalam organisasi. Apapun bentuk
organisasi itu. Baik kerohanian, bisnis, non-profit
dan politik serta pemerintahan.
Itulah aturan pemimpin perpuluhan. Jadi, jika ingin mengembangkan jemaat,
siapkan kepalanya lebih dulu yaitu para pemimpin !
Selama ini para gembala sudah sangat
pintar mengkhotbahkan dan mendorong jemaat
untuk mempraktekkan aturan perpuluhan bagi jemaat. Tapi biasanya hanya dalam bidang
keuangan. Padahal itu cuma 1 sisi dari banyak aplikasi prinsip perpuluhan dalam Alkitab. Makanya uang dan dananya berkecukupan tapi para
jemaat yang potensial tidak dipimpin dan dilatih dengan
benar, sehingga tidak muncul pemimpin baru dalam jemaat. Hukum tabur tuai berlaku. Gereja tersebut kaya dalam bidang
finansial tapi melarat dalam bidang kepemimpinan. Makanya walaupun kelihatannya ramai dan berhasil, bentuk pelayanannya menjadi
miskin dan menjadi tidak kreatif. Tidak maksimal.
Masih banyak yang bisa
dikembangkan dari potensi yang ada. Jika gembala dari aliran Pentakosta dan
karismatik biasanya hanya sibuk mengadakan KKR mujizat dan kesembuhan. Jika beraliran reformasi hanya mengkhotbahkan doktrin. Dana lebih yang terkumpul digunakan untuk membangun, mempercantik dan mempernyaman gedung gereja dan
buka cabang gereja baru, tapi tidak
membangun kerohanian dan kepemimpinan tubuh Kristus yang sejati. Gembala dan pengurus jago dalam menarik jemaat baru tapi bodoh dalam menjaga pintu
belakang. Sehingga kuantitas tinggi (jemaatnya banyak), tapi kualitas rata-rata per-orangnya rendah (tidak
militan). Jemaat tidak dewasa rohani sehingga menjadi
cengeng
dan mudah menyerah. Jika ada masalah
besar atau penderitaan dapat dipastikan mereka tidak akan dapat bertahan atau akan menjadi korban. Biasanya jemaat seperti ini cenderung untuk lari dari
tanggungjawab.
Dan ini kesalahan dan tanggungjawab
gembala. Gembala yang bersangkutan tidak mengembangkan potensi kepemimpinan diri dan potensi kepemimpinan jemaat. Jika sudah genap waktunya, ketika dia menghadap Tuhan, pasti Tuhan akan meminta pertanggungjawaban.
Aplikasi:
1. Allah Bapa sudah menciptakan kita dengan dahsyat dan ajaib (Mazmur
139:14). Sudahkah kita bertanggungjawab dengan
mengembangkan
potensi kepemimpinan diri semaksimal mungkin?
2. Sudahkah kita sudah
merekrut, melatih dan mengembangkan pemimpin lain? Dan berupaya dengan
sungguh-sungguh untuk menjadikan mereka lebih baik dari kita sendiri?
3. Jika kita tidak
melakukan karena tidak mengetahui, maka melalui artikel ini kita sudah
mengetahui. Jadi segera lakukan karena Alkitab
berkata: Sebab itu, orang yang tahu apa
yang baik yang harus dilakukannya tetapi tidak melakukannya, orang itu berdosa.
(Yakobus 4:17; BIS).
4. Jika kita sakit dan
tidak bisa menyembuhkan sendiri, langkah pertama yang logis adalah ke dokter.
Jika kita tidak melakukan karena tidak merasa memiliki kemampuan untuk mengembangkan
orang lain, mintalah bantuan kepada orang yang lebih kompeten. Jangan merasa
malu. Better late than never.
Malah jemaat yang benar-benar ingin
bertumbuh akan bersyukur bahwa kita memiliki niat tulus untuk
mengembangkan diri mereka.
5. Jika Anda tidak
melakukan karena sudah tahu, tapi memang Anda cuma ingin menjadikan jemaat
sebagai pengikut dan memanfaatkan sumberdaya yang ada dalam diri mereka (uang,
tenaga dan waktu mereka), berhati-hatilah. Mata Tuhan dan para malaikat-Nya
terus menerus mengawasi setiap perilaku kita (Ibrani 12:1). Segera bertobat. Karena nanti kita semua akan diminta
pertanggungjawaban ketika bertemu dengan
Tuhan (Matius 25:19).
Amin.
LV, 21112013
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Stephanus Tedy




